Highlights

Lastest Articles

Saturday, October 20, 2012

Cerita Dewasa | saudara angakatku merenggut keperawanananku

1 komentar

Aku terdiam melamun di ruang kerja eksekutif kantor pusat X group ini sambil memandangi satu-satunya fotomasa SMA yang kumiliki. Saat ini, diperusahaan milik seorang Konglomerat ternama di Nusantara itu aku menduduki jabatan yang begitu strategis, aku direktur SDM, umurku tak lebih dari 29 tahun. Di ruangan sebelah kiri dari ruanganku adalah ruangan Direktur Utama group bisnis besar yang berkantor di sebuah pencakar langit bilangan MH Thamrin, ia tak lain adalah ibu angkatku sendiri. Orang memanggilnya Bu Siska, nama lengkapnya Francisca Katherine S. Beliaulah yang sejak aku berumur 14 tahun mengangkatku sebagai anak dan mengantarkan aku pada kehidupan maha mewah seperti saat ini. Umurnya sudah memasuki 47 sekarang, perawakannya bongsor, putih, sedikit gemuk sesuai tinggi badannya yang 169cm.
Saat itu hari minggu pagi dan aku baru saja menyelesaikan tugas dari beliau yang memang mendesak untuk dikerjakan karena keesokannya ada recruitment cukup besar untuk sebuah pabrik kami di Jababeka. Biasanya hari minggu kuisi dengan jalan-jalan bersama beliau, tapi minggu ini kami semua sibuk dan beliau harus berada langsung kantor cabang kami di Tangerang untuk mengawasi langsung persiapan kerja senin keesokannya. Karyawanku di bagian SDM sudah kuperintahkan utk pulang setelah merampungkan tugas-tugasnya. Jam menunjukkan pukul 10.30 WIB, tinggal aku sendiri diruanganku yang luas ini, melamun membayangkan review perjalanan hidupku sejak 15 tahun yang lalu.


Rasanya aku hampir tak mempercayai dengan umur yang dini ini hidupku begitu sesak dengan dinamika. Terlahir dari sebuah keluarga miskin di propinsi kaya minyak bagian timur Indonesia, Bapakku meninggal saat aku masih dalam kandungan, menyusul setahun kemudian ibuku sakit keras dan meninggal, jadilah aku yatim piatu. Kakak perempuanku yang mengasuhku waktu itu berumur 18 tahun menikah dengan seorang PNS di propinsi itu yang mengasuh aku sejak bayi.

Aku tumbuh dalam keluarga kakakku yang miskin juga, namun sukurlah kakakku mampu menyekolahkan adik-adik dan anaknya hingga aku SMP. Setelah itu kakakku merasa bebannya terlalu berat hingga aku diserahkan pada keluarga kaya Bu Siska yang pada waktu itu tinggal di daerah sama. Bu Siska dan Suaminya, pak Jimmy, memang berasal dari daerah itu. Mereka punya perusahaan tambang yang cukup berkembang hingga saat ini menjadi salahsatu yang terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Karena hanya memiliki dua anak yang semuanya perempuan, Bu Siska dengan senang hati menerima aku untuk tinggal dan sekaligus menjadi saudara angkat kedua anaknya, Rani dan Rina. Rani berumur sama denganku sedangkan mbak Rina lebih tua 5 tahun. Keluarga itu memang sangat menginginkan anak laki-laki, namun oleh sebuah masalah kesehatan, Papa Jim (begitu aku memanggil bapak angkatku) tidak mampu lagi memberikan keturunan. Mbak Rina dan Rani juga sangat menyayangiku. Kehadiranku ditengah keluarga mereka semakin membuat cerah kondisi keluarga itu, hingga pada suatu saat tragedi keluarga (yang sebenarnya menurutku adalah anugerah) itu terjadi.
Ketika aku dan Rani berusia 15 tahun, setamat dari SMP, keluarga itu memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Om Jim memiliki beberapa rumah mewah di Menteng dan Pondok Indah. Bisnis keluarga itu juga telah berkembang pesat hingga kebanyakan transaksinya harus dilakukan di Jakarta. Sebelum itu, aku dan Ranisudah sering pula diajak dalam perjalanan bisnis Bu Siska ke Jakarta. Om Jim lebih sering bepergian sendiri ke luar negeri sehingga aku dan Rani lebih dekat dengan Bu Siska daripada dengan Om Jim, sedangkan Rina waktu itu sudah kuliah di London. Aku dan Rani bersekolah di tempat yang sama di Jakarta, SMA di kawasan elite Menteng tempat anak-anak pejabat tinggi negara dan konglomerat bersekolah. Aku danRani dekat sekali, kami tidak saja merasa seperti saudara, tapi sudah lebih jauh dari itu. Ia merasa aku pacarnya, sebaliknya aku juga merasa Rani adalah pacarku. Bu Siska tahu itu dan tak pernah mempermasalahkannya. Ia mengerti, aku dan Rani tidak memiliki hubungan darah, lagi pula keluarga itu sangat mengerti bahwa akau adalah anak yang baik. Prestasiku di sekolah sangat bagus, tak pernah meleset dari rangking 1 yang membuat mereka semua bangga padaku. Kalau di rumah aku lebih sering membaca buku dan mengajari Rani pelajaran yang ia tidak mengerti dengan baik. Kadang-kadang aku tertidur di kamar Rani yang berada persis di samping kamarku. Lantai 3 rumah luas itu. Di luar kamarku juga ada teras yang menghadap kebun belakang halaman rumah, aku dan Rani sering ?pacaran? disana. Dan Bu Siska sering menggoda kami dengan mengatai ?romeo dan juliet mabok!?. Tapi ia tidak marah, malah seringkali di waktu luangnya, Bu Siska membuatkan jajanan utk kami berdua. Sesekali ia juga sempatkan untuk bergabung ngobrol maslah-masalah ringan seputar study kami.

RANI, CINTA DAN SEKS PERTAMA
Aku ingat hari itu di bulan November, aku dan Rani sedang berduaan di teras kamar Rani, kami ngobrol lepas soal teman-teman centil kami di sekolah. Aku dan Rani waktu itu duduk di kelas 2 SMA, Rani jurusan Biologi dan aku di kelas Fisika. Rani duduk di pangkuanku, aku memeluk sambil sesekali menciumi rambut hitam sebahunya dari arah belakang.
?Say, kamu tadi ada di perpustakaan ya?? tanyaku pada Rani, oh ya sejak dua tahun sebelumnya, aku mulai memanggil Rani dengan sebutan ?sayang?. Itu pula yang menyebabkan keluarga itu menyebut kami ?Romeo & Juliet?.
?Iya, emang kenapa? Kamu cemburu?? jawabnya enteng,
?Ngga sih, hanya saja kalau aku yang begitu pasti udah disemprot?.,?
?Iya?iya?maaf, aku ngga ngapain kok?,? Ia mendaratkan sebuah ciuman di pipiku. Dan untuk pertama kali dalam hidupku aku membalas ciuman itu di bibirnya, bukan ciuman tapi melumat. Hanya beberapa detik tapi cukup untuk membuatnya gemas dan melotot penuh arti.
Selepas ciuman pertama itu ia menatapku, tatapan serius yang cukup sulit untuk diartikan. Ada senyum terbersit di bibir tipisnya namun warna muka yang berubah merah itu bisa mengacaukan perasaan orang yang ditatapnya.
?Kamu marah say?? aku mengeratkan pelukan di pinggangnya.
?mmm?.hhh,? ia bangkit dan berbalik menghadap aku, tapi kemudian memeluk. Ada beberapa titik air mata terasa menetesi belakang leherku. Kulepaskan pelukan dan menatapnya, ah si cantik saudara angkatku, pacarku, cantik sekali !
?Kamu jahat?,? ia memberanikan diri memelukku lagi.
?Kenapa sayaaaang?? aku jadi tidak mengerti
?tadi kamu juga duduk bareng sama si Mira, aku lihat waktu jalan ke perpustakaan, kamu ngerayu dia kan? Kamu ngga sayang aku lagi! Kamu jahat!?
?ya ampuuun?.sayang?gitu aja dicemburuin?.iiiihhh, kan dia cuman minta tolong ditulisin rumus kimia itu,? aku membelai rambutnya.
?sedekat itu untuk sekedar nanya rumus??
?Iya?iya aku minta maaf lagi deh, tapi sumpah demi Allah aku ngga ada apa-apa ama dia,? kucium lagi pipinya, terus ke bibir.
?mmmhhhh?.benar?? ia melepaskan lumatanku sambil merengek manja.
?Beneerr?sueeerrr?!!!? aku melumat lagi, kali ini ada desiran geli di bawah sana. Sehari-hari aku memang sering memeluknya, tapi kali ini terasa lain, ada gelora dan sayang yang lebih terasa. Kami terus berciuman, melumat, tanganku masuk ke dalam bajunya yang berkancing depan.
?Boleh?? kataku meminta ijin.
?he eh?,? Rani mengangguk lemah, dan inilah pertama kali dalam hidupku merasakan penjelajahan tubuh wanita dengan tanganku. Kancing pengait BH nya yang juga di depan itu kulepas dan tergapailah bukit payudaranya yang cukup ranum. Rani memang memiliki payudara besar seperti ibu dan kakaknya, mungkin secara genotip keluarga ini punya bentuk payudara yang besar membusung.
?Auuuhhhffff?..sayaaangg?.kamu yakin ?? ia menatapku sejenak untuk meyakinkan bahwa ini pasti akan lebih jauh dari sekedar petting. Ini yang pertama bagi kami, aku menariknya ke kamar, kami menuju tempat tidurnya yang luas. Ranilah yang lebih dulu melepas celana pendekku, lalu baju kaus putih yang keukenakan, dan terakhir Cdku. Kini aku bugil dihadapannya, Rani langsung mendekap
?Aku pasrah sayang,? sejenak ia menghentikan eksplorasi itu, mencium pipi dan melumuri wajahku dengan lidahnya

?aku yakin kita memang dijodohkan untuk ini, dan hari ini, detik ini, jadilah orang pertama yang???.,? ia terdiam tak melanjutkan. Kemudian ia terduduk di hadapanku.
aku meloloskan daster tipis itu dari tubuhnya, lalu Cdnya, Bhnya dan hmmm, saudara angkatku, pacarku, kekasihku, alangkah indahnya tubuhmu.
?untuk cinta kita, sayang, kamu harus janji nggak akan ninggalin aku,?
?Aku bersumpah, sayang?..,? Dan terjadilah peristiwa itu, pelan dan lembut sekali, Rani menghantarkan aku ke daerah pangkal pahanya yang ternyata sudah banjir itu, dengan pasrah Rani menyerahkan seluruh jiwa raganya untukku, aku juga mengakhiri keperjakaanku. Penis ku yang baru kali ini merasakan hal itu otomatis mendorong masuk, Kami sama-sama mabuk asmara. Dengan penuh kasih sayang kusetubuhi saudaraangkatku yang telah begitu baik padaku itu. Saat itu, dengan air mata berderai, diiringi rintihan Rani dan cumbuanku, darah perawannya mengalir deras, aku jadi tak tega pada awalnya.
?kenapa nangis sayang?,? kuhentikan gerakanku, penisku masih terbenam dalam liang vagina yang baru saja tertembus penis untuk pertama kalinya itu.
?yang pelan aja sayang, punyaku sakiiit banget,?
?apa kita berhenti dulu??
?jangan say, aku rela, aku bahagia bisa mempersembahkan kehormatanku buat kamu,? tangisnya terus mengalir seiring kata-kata mesra itu. Aku yang tak tahan untuk terus berdiam, kugoyang perlahan sambil terus mengecup bibir indahnya.
?iyyyaaahhhh sayaaaanggg?oooouuuffff??.pelaaan-pelaaaann?yyyaaahhh uuhhhhff mulai?enaaakkkhhh ooouuhhh?..aku sayang kamuuuuhhh??,?
?akuuuuhhh jugaaahhhh?.sayaaaanggg?oooohhhhhh, kaaalaaauuuu sakiit?hhhh biiill aangg yaaaahhh?? sambil terengah-engah menikmati goyanganku aku mencoba menjawab cumbuan kata-kata mesra dari bibir mungil itu.
?Boleh aku diatas, yang?? pintanya setelah beberapa saat aku menindihnya dengan gaya konvensional.
?iyaaahh?sayang, ayo?.kamu juga harus puas?.,?
?kamu masih lama, kan??
?hk..ehh,? kuangkat tubuhnya sambil merebahkan diriku ke samping, kemaluan kami masih terpaut. Kini ia berada diatasku, mengangkang disana, betapa menggairahkannya posisi ini kalau dilihat dari bawah, susunya berayun-ayun mengundang tanganku menjamahnya, aku meremas, rani sudah tak merasa sakit lagi. Ganti ia yang banyak mendesah, malah kini berteriak-teriak histeris sambil menghempaskan pantatnya dengan keras, aku pasif saja menikmatinya, hanya tangan dan bibirku terus memainkan payudaranya yang kencang dan ranum itu.
?aku?..uuuuoooohhhmauuuuhhhh saaaammmm??aaahhh saaaammmpaaaaiiii?oou uuhhhh?.aaaaahhhhh?keluuuaaaarrrr?.sayaaaaanggggg? ?.hhhhhh,? Rani menjerit keras, diiringi dengan hempasan yang sangat kuat kearah pinggangku, penisku otomatis menghujam keras dan mentok di dasar liang rahimnya. Berdenyut disitu dan dengan segala sisa tenaganya Rani menjambak rambutku, menunduk dan menyedot bibirku keras, lalu pindah ke dadaku, ia menggigit disitu.
?aku juuuugaaahhhhhh?.keluuuaaarhhhhhh oooohhh??..saaaayaaaanggg??.,? jerit ku panjang karena mendadak penisku seperti tersedot nikmat dalam vaginanya, tak dapat lagi kutahan cairan spermaku meluncur dengan deras di dalam liangnya.
?saaaaamaaahhhh?.saaamaaa?.saaayaaaangggggg aaaakuuu ngggaakkkk kuaaat lagiii iiiihhhhh aaaaahhhhhhh,?
?yessss???.Raaaaaannnnnn??.iiiiii?.saaayaaaanggggg ???yaaaahhh?,?
Tergolek lemas kami berdua, masih berpelukan, berebut mengambil nafas kepuasan yang terpancar di wajah kami berdua. Rani Bahagia sekali. Dan dasar pemula, kami masih saling merangsang, lagi dan lagi, seperti tak ada hari esok. Waktu merayap tak terasa selama 4 jam lebih kami melakukannya. Sore hingga malam harinya kami saling tindih, saling rengkuh, darah perawannya berceceran di sprei, di karpet dan di sofa. Akhirnya kami tertidur.

Sejak saat itu aku dan Rani jadi semakin ketagihan, hubungan kami tak lagi seperti saudara, tapi lebih sebagai suami istri. Di sekolah kami saling mengawasi, kasih sayang kami jadi benar-benar tak bisa dipisahkan, walaupun kami masih melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Rupanya Bu Siska mengetahui perubahan pada diri anaknya, namun tetap saja ia menyayangi kami berdua. Bahkan sesekali ia menyuruhku tidur di kamar Rani saat ia tidak dirumah. Dan kalau kami makan bersama, Rani selalu mengambilkan makanan dimeja itu untukku. Ia tak lagi canggung di depan keluarganya, bahkan kini Papa Jim seringkali menyindirku dengan bertanya, ?istrimu sehat, bud?? maksudnya tak lain adlah anaknya sendiri si Rani. Kalau bicara denganku Papa Jim memang lebih sering menggunakan terminologi ?istrimu? daripada ?anakku si Rani?. Sewaktu dia mendapatkan lembar ulangan Rani yang buruk nilainya malah dia langsung menelponku dengan mengatakan ?aduh bud, gimana istrimu itu, nilai kok hancur begitu??. Ah beruntungnya aku. Tapi aku yakin, keluarga itu tidak pernah tahu bahwa aku dan Rani sudah melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Mereka paling hanya melihat tingkah kami yang mesra itu tanpa tahu sejauh mana hubungan kami.
Dua bulan setelah itu keluarga itu mengalami ujian yang sangat berat. Dari Rani aku mengetahui rahasia keluarganya yang sebelumnya gelap gulita bagiku. Ternyata Papa Jim memiliki simpanan yang cukup banyak, perjalanan bisnisnya keluar negeri atau keluar daerah selama ini hanya jadi kesempatan baginya untuk menjalin affair dengan banyak wanita. Bu Siska sebenarnya sudah mengetahui semua itu sejak awal namun ia tak kuasa begitu memikirkan keharmonisan keluarganya. Sebagai seorang ibu yang mencintai keluarganya ia lebih mementingkan keutuhan rumahtangga daripada ego pribadi kepada suaminya itu. Ternyata selama itu pula keluarga Bu Siska menyembunyikan disharmoni keluarganya dariku, bahwa kemesraan antara Bu Siska da Papa Jim hanya sandiwara untukku saja. Rani mengakui ia telah kehilangan figur bapak pada diri papanya dan oleh karena itulah ia begitu mendambakan saudara pria, dan begitu aku memasuki kehidupannya ia langsung menumpahkan segala perasaan sayangnya kepadaku. Mbak Rina juga memutuskan utk study luar negeri karena merasa muak dengan papanya, mereka bertiga sudah merasa tak lagi memiliki ayah atau suami sejak mengetahui rahasia papanya itu.
Ternyata pula perusahaan besar itu adalah milik keluarga Bu Siska, Papa Jim awalnya hanyalah seorang karyawan disana yang karena pernikahannya dengan Bu Siska mendapat jabatan direktur. Entah kenapa semenjak mengetahui cerita tersebut dari Rani, aku jadi ikut-ikutan menjustifikasi Papa Jim. Kini ia tak lebih baik dari seorang bajingan tengik yang tak tahu diri. Akhirnya pada bulan itu juga, aku lupa tanggalnya, terjadi pertengkaran yang hebat antara Bu Siska dan suaminya. Banyak kata-kata sumpah serapah yang keluar dari mulut Papa Jim, sedang Bu Siska tampak lebih bisa menguasai diri. Tapi ujungnya mereka memutuskan untuk bercerai dan Papa Jim tidak diperkenankan lagi menduduki jabatan diperusahaan itu, alias dipecat!
Aku menghela nafas panjang mendengar penuturan Rani, sore itu setelah semua hal yang berkaitan dengan perceraian dan kepergian Papa Jim dari rumah itu, kami (aku, Rani dan Bu Siska duduk santai di beranda belakang lantai dua rumah itu. Bu Siska segaja membiarkan anaknya menuturkan semua rahasia itu padaku, ia hanya terdiam sambil menyandarkan kepalanya di dadaku. Kami bertiga memang lebih akrab lagi sejak peristiwa perceraiannya. Aku dan Rani sepakat untuk saling membantu menghibur mamanya agar cepat melupakan kenangan buruk itu. Aku duduk berselonjor kaki di lesehan empuk beranda itu, bersandar di tembok. Di pundak kananku ada kepala Bu Siska sedang Rani tiduran dengan kepalanya diatas pahaku.
Tak ada perasaan apa-apa waktu itu karena hal yang sangat lumrah bagi kami bertiga yang hampir tiap sore curhat ditempat itu. Sampai kemudian Bu Siska menyuruh Rani agar masuk tidur karena terlihat matanya yang sembab menahan tangis ketika bertutur tadi. Rani pun mengiyakan dan beranjak ke kamarnya. Tinggal aku dan Bu Siska disana, ia masih bersandar di bahuku, lama kelamaan mungkin karena pegal, ia pindah dan berbaring di pahaku. Akupun sudah terbiasa dengan hal itu, kubelai rambutnya yang sebahu, lebat dan hitam terawat. Keharuman tubuhnya menyeruak seketika ia mengangkat tangannya membelai pipiku.
?Bud?.,? panggilnya pelan sekali.
?Iya Bu?,?
?Ibu sayang sama kamu, ibu sudah menganggap kamu seperti anak ibu sendiri,?
tangannya masih membelai pipi kiriku dengan lembut,
?Terimakasih Bu, Budi juga sangat sayang pada ibu, Mbak Rina dan Rani,?
?Dan ibu juga ingin kamu benar-benar menjaga Rani dengan baik,
Description: Cerita Dewasa | saudara angakatku merenggut keperawanananku Rating: 4.5 Reviewer: Kumbara Scarletser - ItemReviewed: Cerita Dewasa | saudara angakatku merenggut keperawanananku
more.

Monday, September 24, 2012

Code Label Menjadi Meta Keyword

0 komentar
Demo Code Label Meta Keyword
Code : 1

<!-- Block1: Output post meta keywords -->
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<b:section id='meta1' showaddelement='no'>
<!-- widget must be a of Type = 'blog' to have posts data exposed, and must have a unique id -->
<!-- Empty Includables(functions) to output nothing, You must keep them ): -->
<b:widget id='Blog2' locked='no' type='Blog'>
<b:includable id='nextprev'/>
<b:includable id='backlinks' var='post'/>
<b:includable id='post' var='post' />
<b:includable id='status-message'/>
<b:includable id='comment-form' var='post'/>
<b:includable id='backlinkDeleteIcon' var='backlink'/>
<b:includable id='postQuickEdit' var='post'/>
<b:includable id='commentDeleteIcon' var='comment'/>
<b:includable id='feedLinks'/>
<b:includable id='feedLinksBody' var='links'/>
<b:includable id='comments' var='post'/>
<b:includable id='main' var='top'><!-- Main Function of Any widget comes with ID 'main' -->
<!-- Loop Page Posts (only 1 in a post page )-->
<b:loop values='data:posts' var='post'>
<b:if cond='data:post.labels'>
<!-- If the post has labels, make Meta keywords by looping lables -->
&lt;meta name=&quot;keywords&quot; content=&quot;<b:loop values='data:post.labels' var='label'><data:label.name/><b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>,</b:if></b:loop>&quot; /&gt;
</b:if>
</b:loop>
</b:includable>
</b:widget>
</b:section>
</b:if>
<!-- Block1 End -->

Code : 2  


<!-- The Head -->
<!-- must include(called) here to output other head sub elements -->
<b:include data='blog' name='all-head-content'/>
<!-- Block2: Output Index Title,keywords,decription and Post Title,description -->
<!-- Post/Archive Page -->
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;index&quot;'>
<title><data:blog.pageName/></title>
<meta name='description' expr:content='data:blog.pageName' />
<!-- Index Page -->
<b:else/>
<title><data:blog.pageTitle/></title>
<meta name='keywords' content='your,blog,keywords!!' />
<meta name='description' content='your blog description!!' />
</b:if>
<!-- Block2 End -->


Code : 3


<b:include data='blog' name='all-head-content'/>
Dan
<title><data:blog.pageTitle/></title>



Lihat Tutorial nya Di Sini


Description: Code Label Menjadi Meta Keyword Rating: 4.5 Reviewer: Kumbara Scarletser - ItemReviewed: Code Label Menjadi Meta Keyword
more.

Thursday, September 20, 2012

Ganti Background Blog dengan Tombol

1 komentar
CODE DEMO GANTI BACKGROUND BLOG SESUKA HATI


background


Code dibawah ini berfungsi untuk merubah background blog dengan berbagaimacam pilihan gambar background dengan tombol daftar gambar yang dapat di pilih . Ada sekitar 10 background pilihan dan hanya cukup meng klick daftar pilihan lalu taraaaa,,, bacground blog berubah wow amazing,,

Untuk Melihat Hasil silahkan lihat demo dibawah




Description: Ganti Background Blog dengan Tombol Rating: 4.5 Reviewer: Kumbara Scarletser - ItemReviewed: Ganti Background Blog dengan Tombol
more.

Kode | Code | Membuat Floating fanpage like facebook

0 komentar
DEMO CODE FLOATING FANPAGE LIKE FACEBOOK

Untuk melengkapi blog dengan floating fanpage like facebook silahkan copy code-code dibawah ini

auto hide fanpage


Letakan Code jquery diatas code Cari tau di  ✯✯ Rocket_jo Stars ✯✯

<script src='https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.6.1/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
Letakan code script melalui tambah gadget HTML/javascript


Ganti Blog ID : 5198551182908705327 Dengan ID blog sendiri
Ganti Code yang diberi tanda merah dengan code script fanpage milik sendiri

Untuk merubah lebar Background bisa merubah nilai pada 320px;
dan untuk lebar dan tinggi tidak sesuai bisa merubah width:320px;  dan  height:290px

Untuk background bisa merubah pada http://1.bp.blogspot.com/-80t_bFsowx8/UFSie4RiYBI/AAAAAAAAAso/a62Hsi0rP0I/s1600/background2   

Description: Kode | Code | Membuat Floating fanpage like facebook Rating: 4.5 Reviewer: Kumbara Scarletser - ItemReviewed: Kode | Code | Membuat Floating fanpage like facebook
more.

Saturday, September 15, 2012

Pengertian Dan Cara Cek Keyword Density Blog

1 komentar

 Dalam dunia SEO mengetahui pengertian keyword density adalah wajib hukumnya, karena tips seo yang satu ini lagi trend trending karena algoritma google pinguin yang terbaru. lalu apakah arti keyword density?

Keyword Density adalah persentase kemunculan kata kunci (biasanya berupa anchor text) dalam sebuah konten atau sebuah halaman web dibandingkan dengan jumlah total kata yang ada didalamnya

Nah, diatas adalah pengertian keyword density, dan hal ini menurut saya juga faktor yang menentukan apakah kata kunci / kalimat kunci tersebut relevan atau sesuai dengan halaman web, dan jika halaman artikel kamu relevan maka google otomatis akan memandang artikel kamu bagus juga dimatanya,inilah hal terpenting juga dalan rahasia juara kontes seo para master.

Keyword density ada karena sebagai tolak ukur juga untuk sebuah kontent, jika tidak ada keyword density maka setiap artikel tidak bisa diketahui relevansinya, bisa saja artikel hanya berisi kata kunci yang berulang-ulang,namun hal itu akan percuma saja,karena keyword stuffing hanya akan meletakkan postinganmu di serp yang kurang baik, anda bisa coba dengan posting yang isinya hanya keyword yang diulang2 kalu ingin testing. hal ini juga dikutip oleh matt cutts sendiri dengan kata2 dibawah ini:

“The way that modern search engines, or at least Google, are built,” says Cutts with a slight chuckle, “is that the first time you mention a word, you know, ‘Hey, that’s pretty interesting. It’s about that word.’ The next time you mention that word, ‘oh, OK. It’s still about that word.’ And once you start to mention it a whole lot, it really doesn’t help that much more. There’s diminishing returns. It’s just an incremental benefit, but it’s really not that large.”
“So, the first one or two times you mention a word – that might help with your ranking. Absolutely. But just because you can say it seven or eight times, that doesn’t mean that it will necessarily help your rankings.”

Persentase Keyword density yang bagus!
Keyword Density yang ideal untuk di mata mesin pencari berbeda – beda, seperti Google, Yahoo!, Bing dan lain – lain. Namun untuk kali ini kita coba keyword Density pada mesin pencari google. Google membatasi Keyword density mencapai 6 %. Menurut para pakar SEO mengatakan bahwa Keyword Density yang ideal telah disepakati kisaran 4 hingga 5 % saja.

Cara cek atau cara mengetahui keyword density artikel kamu!
Berikut kumpulan Online Tool yang bisa kita pergunakan untuk cek keyword Density, dan saya baru cek juga artkelku yang berjudul "Creating History Together With ArenaBetting Piala Eropa 2012" dengan tool2 dibawah ini.
http://www.keyworddensity.com/
http://www.seochat.com/seo-tools/keyword-density/
http://www.webconfs.com/keyword-density-checker.php
http://www.seocentro.com/tools/seo/keyword-density.html
http://www.internetmarketingninjas.com/seo-tools/keyword-density/
http://www.webuildpages.com/seo-tools/keyword-density/

Silahkan kunjungi online tool diatas untuk mengetahui persentase keyword density blog atau wesite anda.atau cek langsung dengan tool dibawah ini



Keyword Density Tool © SEO Chat™

URL
Valid URL

Results
Number of keyterms to display

Elements to include
Select from below
Include Meta?
Include Alts?
Include Title?

Include numerals
E.g. '2004' would count as a keyword
Yes
No

No. words
Number of words per phrase
3 words
2 words
1 word

Enter Captcha To Continue
To prevent spamming, please enter in the numbers and letters in the box below



Report Problem with Tool.








Sumbaer : Info

Description: Pengertian Dan Cara Cek Keyword Density Blog Rating: 4.5 Reviewer: ALviz StevaNo - ItemReviewed: Pengertian Dan Cara Cek Keyword Density Blog
more.

SPONSORS

Exit Jangan Lupa Klik Like Ya Get widget Like This!
™[]Change Background This Blog[]™

Pasang Background Ini

Trafiks Rank

Credits